Antologi Puisi - Secangkir Kopi Hangat

 


 SECANGKIR KOPI HANGAT

Niken Eka Priyani

SDN 29 Idai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat


Pagi yang dingin menusuk tubuh ini

Bersama gelapnya awan dan hujan rintik-rintik

Menemani diri yang sedang di batas negeri

Yang setia mengabdi demi generasi negeri ini

 

Tak lupa kuseduh secangkir kopi hangat

Dengan kadar kemanisan yang cukup

Bisa menghangatkan jiwa dan raga

Serta memberikan suntikan semangat

 

Aroma kopi yang begitu khasnya

Ikut mengharumkan sekitarnya

Menyentuh kalbu yang sepi

Dengan sejuta rasa rindu ini

 

Rasa yang tak pahit dan manis

Layaknya seperti kehidupan

Menggetarkan hati yang bergejolak

Menggelora di dalam dada


Komentar

Posting Komentar