PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING MELALUI MEDIA KOMIK PADA ERA NEW NORMAL DI SEKOLAH PERBATASAN


PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING MELALUI MEDIA KOMIK PADA ERA NEW NORMAL DI SEKOLAH PERBATASAN 


Niken Eka Priyani,S.Pd, Gr
SD Negeri 29 Idai, Kabupaten Sintang-Kalimantan Barat 
Email: nikensuka@gmail.com 


    Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia NOMOR 01/KB/2020 NOMOR 516 TAHUN 2020 NOMOR HK.03.01/MENKES/363/2020 NOMOR 440-882 TAHUN 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjelaskan prinsip utamanya adalah bahwa kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama yang WAJIB dipertimbangkan dalam menetapkan suatu kebijakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 mulai tahun ajaran 2020/2021 dengan memperhatikan penetapan zona. 

    Sesuai dengan anjuran bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem dalam berbagai webinar, dimana beliau selalu memotivasi bapak dan ibu guru hebat di Indonesia untuk selangkah lebih maju, melek teknologi, dan harus mampu berinovasi di tengah kondisi pandemi saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan mengikuti berbagai webinar yang diadakan oleh berbagai forum seperti webinar dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pelatihan dari guru penggerak Indonesia, dimana berbagai informasi dapat diakses pada laman http://gurupenggerakindonesia.com

    Pembelajaran di masa New Normal saat ini harus dilaksanakan dengan mengedepankan proses pembelajaran yang menarik, mudah, dan menyenangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembelajaran joyfull learning dengan media komik yang dibuat menggunakan PowerPoint. Pembelajaran joyfull learning itu sendiri merupakan pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa jenuh dan merasa senang dalam proses pembelajaran berlangsung yang salah satunya dengan menggunakan media komik. Software PowerPoint adalah software yang ada di semua laptop dan komputer yang dimiliki oleh bapak dan ibu guru hebat di Indonesia. Bagi siswa-siswi di SDN 29 Idai, media ini dirasa menarik, karena siswa-siswi suka melihat tayangan televisi parabola bertenaga panel surya. Salah satu film favorit siswa SDN 29 Idai adalah film kartun dari negara Malaysia UPIN dan IPIN. Siswa-siswi suka bercerita tentang apa yang dilakukan upin dan ipin di saat jam istirahat di sekolah. Hal tersebut menginsipirasi dan menyemangati saya untuk membuat sebuah komik pembelajaran literasi bagi siswa SDN 29 Idai. 

    Komik yang telah dibuat tersebut digandakan dengan dicetak menggunakan printer milik sekolah, kemudian dibawa pulang oleh siswa ke rumah sebagai tugas rumah. Komik sendiri dilengkapi dengan gambar-gambar yang belum diwarnai, sehingga tugas siswa adalah memberikan warna pada bagian-bagian yang belum diwarnai menggunakan pensil warna maupun krayon yang dimiliki. Siswa juga belajar literasi membaca, hal ini dilakukan dengan meminta siswa membaca kalimat yang ada pada komik. Diharapkan dengan menggunakan komik ini, siswa menjadi lebih bersemangat untuk bersekolah di tengah masa pandemi walaupun hanya 1 hari dalam 1 minggu, sedangkan hari lainnya mengerjakan tugas yang telah diberikan.

Gambar 1. Komik untuk siswa SDN 29 Idai yang didesain menggunakan PowerPoint

    Pembuatan Media Komik dengan software PowerPoint dengan menggunakan karakter yang sudah dikenal siswa, ternyata sangat membantu sekali untuk menyampaikan materi maupun pesan dan ajakan kepada siswa untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan mengenalkan bahaya virus Corona. Karena SDN 29 Idai terletak di daerah terluar, terdepan dan tertinggal dan tidak ada listrik PLN, maka guru menunjukkan melalui perangkat laptopnya yang telah diisi menggunakan panel surya sebelum kegiatan pembelajaran luring dilakukan di dalam kelas. Panel surya bagi guru pedalaman sangat membantu karena dengan daya listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengisi berbagai perangkat seperti handphone, lampu penerangan, dan laptop. Namun karena kapasitasnya terbatas belum dapat digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat dalam satu waktu. 

 

Gambar 2. Suasana Kelas SDN 29 Idai dengan penyekat triplek dan lantai tanah

Kondisi di SDN 29 Idai yang masih belum sesuai dengan Standar Pemerintah, namun yang patut dibanggakan adalah semangat siswa-siswi untuk belajar dan masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19. Jumlah siswa terbatas, ruang kelas terbatas, susah sinyal telekomunikasi, namun tidak membuat guru di SDN 29 Idai terbatas. Semangat untuk terus berkarya, berinovasi dengan menerapkan teknologi menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik siswa-siswi di pelosok negeri perbatasan Indonesia-Malaysia. 

 

#PGRI, #KOGTIK, #EPSON #KSGN



PROFIL

NIKEN EKA PRIYANI, S.Pd, Gr.

Dilahirkan di kota Klaten, tepatnya desa Pengkol Wonosari Delanggu, pada tanggal 28 Mei 1987. Merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Drs. Priya Pujiharja dan Endang Sri Mulyani, S.Pd. Menempuh pendidikan dimulai dari SD Negeri 2 Jambukulon (lulus tahun 1999), SMPN 1 Delanggu (lulus tahun 2002), SMAN 2 Klaten (lulus tahun 2005), Universitas Negeri Semarang (lulus tahun 2009), serta mengikuti PPG SM-3T (lulus tahun 2014). Penulis adalah guru SDN 29 Idai yang berada di desa Idai Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan daerah 3T, yang mempunyai hobby membaca dan menulis. Mempunyai cita-cita agar hidupnya bermanfaat bagi orang di sekitarnya terutama akan berjuang untuk masa depan anak-anak tercinta, agama, bangsa dan negara serta menjadi orang yang beruntung dunia akhirat.



Komentar

  1. sangat menginspirasi walau di daerah pelosok

    BalasHapus
  2. sangat setuju bahwa pembelajaran dengan joyfull learning dapat menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak merasa senang belajar.

    BalasHapus
  3. setuju dengan komik maka siswa merasa senang belajar karena disuguhkan gambar-gambar yang menarik.

    BalasHapus
  4. semoga dapat menjadi inspirasi untuk mengajar di daerah pelosok

    BalasHapus
  5. tetap semangat untk memajukan pendidikan Indonesia

    BalasHapus
  6. Tetap semangat melakukan proses pembelajaran meski di daerah perbatasan. Salut
    Kunjungi: bit.ly/haloged

    BalasHapus
  7. terima kasih sdh ikutan lomba blog sumpah pemuda dan bulan bahasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih omjay atas kesempatannya untuk dapat berpartisipasi

      Hapus

Posting Komentar