PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING COCOK DITERAPKAN DI SEKOLAH PERBATASAN SD NEGERI 29 IDAI

 


   

    Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) merupakan suatu pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas atau luar ruangan. Pembelajaran ini merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang ternyata sangat efektif diterapkan di sekolah perbatasan yang salah satunya adalah SD Negeri 29 Idai. SD Negeri 29 Idai merupakan salah satu sekolah yang berada di perbatasan dengan Negara Malaysia tepatnya berada di Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada yaitu belum adanya listrik maupun jaringan internet di sekolah atau di desa, tidak menyurutkan semangat guru agar meningkatkan kreativitas dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan hasil belajar anak juga akan meningkat. Salah satunya adalah dengan mencoba pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning. Pembelajaran di luar kelas memberikan nilai lebih bagi siswa-siswi di SD Negeri 29 Idai khususnya kelas 1. Siswa-siswi kelas 1 menjadi lebih bersemangat dalam proses pembelajaran. Mereka senang karena dengan belajar di luar kelas memberikan suasana yang berbeda yaitu belajar sambil bermain. Dalam hal ini guru sangat berperan penting di dalam menciptakan kreativitas dalam proses pembelajaran. Guru menjadi sangat berperan terutama menjadi fasilitator bagi peserta didik. Fasilitator bagi siswa ketika dalam proses pembelajaran berlangsung. Terutama di dalam kurikulum 2013 tugas seorang guru tidaklah menjejali siswa dengan pengetahuan akan tetapi lebih berperan sebagai fasilitator bagi siswa. Membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam pembelajaran dengan cara membimbing dan memberi arahan bagi siswa. Outdoor learning memang lebih efektif untuk diterapkan. Selain mengenalkan siswa dengan alam juga membuat siswa tidak bosan karena selalu belajar di kelas. Di sela-sela pembelajaran bisa disisipkan dengan ice breaking agar siswa lebih bersemangat dalam belajar. Konsep yang diterapkan dalam pembelajaran ini memang diharapkan dari peningkatan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

    Awalnya pembelajaran ini memang cocok untuk pelajaran olahraga, akan tetapi ternyata tidak hanya pelajaran olahraga yang bisa dilaksanakan di luar ruangan (outdoor learning) pelajaran yang lain pun bisa diterapkan dengan menggunakan pembelajaran ini. Apalagi siswa dapat dikenalkan dengan alam sekitar misalnya dalam belajar matematika berhitung, siswa dapat menghitung benda-benda yang ada di sekitanya. Dalam belajar mulok PLH (Pengenalan Lingkungan Hidup) pun siswa semakin bisa mengenal lingkungan sekitarnya. Belajar Bahasa Indonesia misalnya belajar membaca dan menulis pun bisa dilakukan di luar ruangan. Misalnya guru memberikan instruksi kepada siswa untuk mengeja kata yang ditentukan oleh guru yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dan membacanya. Selain itu guru juga bisa berkreasi dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak akan terasa membosankan. Siswa pun akan merasa senang dalam belajar dan tidak akan menganggap belajar itu adalah sebuah beban.

Komentar

Posting Komentar